Tuesday, 7 July 2020

July 07, 2020 - Views

Info Post
Pada pertengahan bulan Juni, bertepatan dengan Doa Rosario Ziarah Hati Maria Tak Bernoda dan Perayaan Ekaristi Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, Gereja HTBSPM kembali dibuka untuk publik, walau secara terbatas. Misa publik yang pertama dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru (new normal) ini dihadiri oleh para pengurus lingkungan dari seluruh wilayah Paroki HTBSPM dan disambut dengan penuh rasa syukur setelah sekian lama umat hanya dapat mengikuti misa secara online selama wabah Covid-18 berlangsung.
Misa di masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Menyangkut faktor kesehatan yang harus benar-benar dijaga dan diutamakan, ada beberapa persyaratan bagi umat yang diperkenankan hadir, yaitu :

  • Umat berusia antara 12-70 tahun
  • Dalam kondisi sehat
  • Wajib mengenakan masker

Selain itu, Gereja HTBSPM sendiri menetapkan beberapa protokol kesehatan. Sebelum memasuki gereja, umat diminta untuk mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu di beberapa wastafel yang disediakan di halaman gereja. Umat memasuki gereja melalui pintu samping, dimana beberapa petugas terlihat bersiap untuk mengukur suhu tubuh menggunakan thermo gun. Setelah itu, umat dapat memberikan kolekte tunai ke dalam kotak yang telah disediakan, kemudian kembali membersihkan tangannya dengan hand sanitizer, dibantu oleh petugas. Alternatif pemberian kolekte di masa Adaptasi Kebiasaan Baru ini adalah dengan menggunakan QR Code. Bagi yang belum pernah bertransaksi online dengan cara yang mudah ini bisa mendapatkan penjelasannya di: www.parokihtbspm.org/qr
Penerapan protokol Adaptasi Kebiasaan Baru
Di dalam gereja, umat dipersilakan duduk di tempat yang telah diatur jaraknya dengan diberi tanda dan tetap memakai masker selama misa berlangsung. Protokol kesehatan pun tetap diberlakukan saat penerimaan komuni. Dengan arahan dari petugas, umat berbaris menunggu giliran komuni mengikuti garis-garis tanda di lantai agar jarak tetap terjaga. Partisi dari akrilik transparan digunakan untuk membatasi imam dan umat saat Tubuh Kristus dibagikan. Usai misa, umat pun diingatkan untuk langsung pulang dan tidak berkerumun, karena ruangan gereja akan disterilkan setiap selesai misa dengan penyemprotan sanitizer.
Sterilisasi ruangan gereja dengan sanitizer
Mulai akhir bulan Juni, tak hanya pengurus lingkungan, namun warga di lingkungan paroki HTBSPM pun secara bergilir diatur dan dijadwalkan agar dapat mengikuti misa di gereja. Pengaturan ini dikoordinasikan dengan tiap lingkungan di wilayah paroki HTBSPM. Sementara umat yang belum termasuk dalam daftar / jadwal, dipersilakan tetap mengikuti misa secara online.
Mari kita tetap waspada dan saling menjaga seperti pesan pastor paroki HTBSPM, RD Fabianus Muktiyarso dalam suratnya Telah Menjadi Batu Penjuru, “Mari kita tetap saling menjaga kesehatan pribadi dan keluarga, serta tetap menaruh harapan dan percaya kepada Tuhan.

KLIK DI SINI UNTUK MELIHAT FOTO SELENGKAPNYA :

Penulis : E.R
Foto : Taufik Winardi

SHARE / BAGIKAN DENGAN LINK BERIKUT :

Share:

CARI DI SEMUA KONTEN