Tuesday, 14 July 2020

July 14, 2020 - Views

Info Post
Ketika para murid berada dalam gelombang badai yang tak terkendali, Yesus datang mengatasinya dan berkata: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut" (Matius 14:27). Saat ini ketika dunia berada dalam gelombang badai Covid-19 yang tak menentu, Ia tetap hadir dengan kata-kata dan tindakan yang sama. Ia memberikan perlindungan, peneguhan, dan kekuatan. Ia menyertai kita agar bersamaNya kita mampu mengatasi gelombang badai ini. Oleh karena itu marilah kita berseru "Engkaulah Juruselamatku, Engkaulah benteng hidupku, Engkaulah kekuatanku, Engkaulah andalanku".
Pesan yang menguatkan hati ini disampaikan oleh pastor paroki RD Fabianus Muktiyarso (Romo Abi) sebagai kata pembuka dalam video Virtual Choir Paroki HTBSPM Bandung yang diluncurkan pada hari Selasa 14 Juli 2020 di Channel YouTube HTBSPM, setelah selama kurang lebih 5 minggu menjalani proses pembuatan sejak dibukanya pendaftaran bagi peserta.
Para peserta (chorister) virtual Choir HTBSPM
VIRTUAL CHOIR HTBSPM
Apa virtual choir itu ? Virtual Choir (VC) merupakan bentuk paduan suara tanpa tatap muka, dimana para penyanyi (chorister) diminta merekam suara / video mereka di rumah masing-masing, untuk kemudian digabungkan dan diselaraskan dalam satu video. Video ini kemudian diunggah di YouTube atau media sosial online lainnya.
VC HTBSPM dipersembahkan oleh lebih dari 100 penyanyi yang berasal dari kelompok-kelompok paduan suara lingkungan maupun kategorial di wilayah Paroki HTBSPM, disamping Rm Abi sendiri yang juga turut menyumbangkan suaranya. Mereka menyanyikan lagu pop rohani yang gampang dinyanyikan, mudah didengar dan dipahami (easy listening), sebuah lagu baru (original song) yang diciptakan oleh umat dari Paroki HTBSPM sendiri :

Judul: HANYA TUHAN JURUSELAMATKU
Lagu dan Syair: Eduard Yani
Tata suara: Jessica Amanda Lunel
Musik: Gregorius Aldrin Candra
Melodi Gitar: Nick Judyono
Kor: 103 penyanyi di Paroki HTBSPM
Audio/Video Editor: Christantus Teja Kusumah
MENGAPA VIRTUAL CHOIR ?
Sebagaimana diutarakan oleh Eduard Yani sebagai penggagas VC HTBSPM sekaligus pencipta lagunya, peristiwa pandemi Covid-19 di tahun 2020 memporakporandakan semua segi kehidupan, tak terkecuali dalam peribadatan.  "Setelah sekian lama paduan suara gereja tidak dapat melakukan pelayanan seperti biasa, timbul kerinduan untuk berkumpul bersama melakukan kegiatan kembali. Hal inilah yang melatarbelakangi diadakannya VC HTBSPM. Bukan karena latah, namun VC dinilai sebagai media yang bisa 'menjembatani' keinginan untuk 'berkumpul bersama' ”, kata Bang Edu (Eduard Yani) ketika ditanya tentang latar belakang dibuatnya VC ini .
"Tujuan lainnya berkaitan dengan makna dan pesan dalam lagu yang dinyanyikan, bahwa apapun yang dihadapi jangan pernah menyerah karena ada Tuhan penyelamat kita. Diharapkan lagu ini sedikit banyak dapat memberikan kekuatan untuk bertahan dalam menjalani hidup di tengah kondisi yang berat saat ini", tambahnya.
MASA PERSIAPAN - BEHIND THE SCENE
Proses di balik layar pembuatan VC ini dituturkan oleh Sylvia Nurendah, Sie Paduan Suara Bidang Liturgi HTBSPM / Panitia VC. Semua berawal di tengah kesibukan para pengurus dari bidang liturgi 'mengawal' misa streaming sejak bulan Maret 2020, ketika pada suatu saat di akhir bulan April Bang Edu menyuarakan hal tentang lagu baru ciptaannya dan mengajak untuk membuat VC yang secara resmi melibatkan seluruh paduan suara di Paroki HTBSPM. Diskusi awal pun dimulai.
Mbak Sylvi mengungkapkan, "Jadwal streaming yang sangat padat di bulan Mei dengan adanya Novena Roh Kudus membuat rencana VC tersendat, bahkan seolah terlupakan. Tapi sepertinya diam-diam Bang Edu bergerak. Di penghujung bulan inilah rencana teknis bisa dibahas kembali dan musik pengiring pun akhirnya siap di awal Juni.”
Dalam rentang waktu yang relatif singkat, teknis pelaksanaan mulai dibicarakan lebih mendetail dan segala sesuatunya mulai dikerjakan, antara lain mencari personel yang mau terlibat sebagai panitia pelaksana, serta hal yang berkaitan dengan lagu seperti menentukan bagian solo dan duet termasuk penyanyinya.
Diputuskan juga untuk membuat contoh-contoh audio untuk tiap jenis suara (SATB) sebagai solusi atas satu kendala yang muncul akibat style/gaya pop dari lagu ini, yaitu tidak memungkinkan dibuat partitur aransemen 4 suaranya. Contoh audio yang diisi vokal Jessica Amanda Lunel (Chika) dan Lambas R Tamba ini kemudian digunakan sebagai panduan bernyanyi bagi para peserta VC, menggantikan fungsi partitur.
MULAI DIGELAR
Tombol 'start' pun ditekan. VC mulai digulirkan melalui pengumuman di Group WA Paduan Suara HTBSPM, menyebar ke tiap kelompok kor lingkungan dan kategorial di seluruh wilayah paroki. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 7 hingga 10 Juni. Selanjutnya, peserta diminta untuk mengumpulkan hasil rekaman masing-masing berupa berkas audio hingga tanggal 15 Juni dan video hingga 19 Juni.
Untuk memudahkan proses pengumpulan data, dibentuklah group-group WA per jenis suara, dimana para peserta/chorister memperoleh bantuan petunjuk dan arahan dari para admin (panitia) di tiap group, yaitu Kristin dan Eduard (group sopran), Gisca (group alto), Sylvia (group tenor), dan Sinto (group bass). Ada banyak cerita di masa pengumpulan data ini.  "Meskipun telah diusahakan sedemikian rupa supaya prosesnya mudah bagi para peserta, faktor 'gaptek' menjadi kendala utama, membuat panitia mesti panjang sabar dalam membantu pengumpulannya. Syukurlah semuanya lancar tepat pada waktunya”, ungkap Mbak Sylvi.
Dari total 130 peserta yang mendaftar, 103 diantaranya memasukkan berkas audio-video, termasuk Romo Abi. Para peserta dengan usia bervariasi dari anak-anak hingga lansia ini berasal dari 27 lingkungan (dari total 40 lingkungan) yang ada di wilayah paroki HTBSPM. Tentang hal itu, ada kemungkinan informasi VC yang bersumber dari Group Padsu HTBSPM tidak seluruhnya tersampaikan, mengingat tidak semua lingkungan mempunyai paduan suara.
Sebaran data peserta :
Peserta per jenis suara
Peserta per wilayah
Peserta per lingkungan
PROSES EDITING
Setelah semua berkas audio/video dari peserta terkumpul, dimulailah proses penyuntingan (digital editing) yang tentunya memakan waktu dan tenaga, karena untuk sekian banyak materi yang menjadi bahan mentah VC ini, hanya satu orang yang mengerjakannya. Proses editing yang panjang dan melelahkan ini ditangani oleh Christantus dari OMK Buahbatu. Tugasnya adalah mengemas semuanya menjadi sebuah video yang layak untuk dinikmati.
PARIPURNA
Akhirnya selesai sudah. Video Virtual Choir Paroki HTBSPM Bandung diluncurkan di channel YouTube HTBSPM seperti yang bisa kita saksikan di bawah ini (sesuai jadwal premiere) atau via aplikasi / website YouTube dengan link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=xHmRWOKVOlc
Video Virtual Choir HTBSPM : Hanya Tuhan Juruselamatku
Ucapan terima kasih disampaikan oleh Bp. Eduard Yani kepada semua pihak yang terlibat, diantaranya panitia, pemusik, pengisi suara, dan seluruh peserta yang dalam segala keterbatasannya mau bergabung dengan semampunya untuk berpartisipasi dalam VC, dan juga atas dukungan luar biasa dari pastor paroki yang bahkan ikut bernyanyi dan berkenan memberikan kata pembuka yang sungguh 'pas' dengan makna dan pesan lagunya.
Semoga berkenan, dan semoga VC ini dapat menjadi sebuah wujud kebersamaan dari umat Paroki HTBSPM serta dapat memberi kekuatan dan semangat bagi kita semua untuk terus melangkah ke depan.
 Lintang Darudjati  
Penulis : L.D
Narasumber : Eduard Yani, Sylvia Nurendah Purwaningsih

SHARE / BAGIKAN DENGAN LINK BERIKUT :

Share:

1 comments:

CARI DI SEMUA KONTEN