BERBAGI KASIH MELALUI NASI MURAH
“Kami sering sebelumnya, berbagi di sekitar gereja bersama Romo Aloy, sebanyak 120-an paket sembako dan nasi juga. Terkadang, nasinya ada juga yang dari Keuskupan,” ungkap Ibu Enny Setiawati, ketua WKRI Cabang Buahbatu, ketika ditanya ide awal dan persiapan kegiatan berbagi donasi sembako dan nasi murah ke TPS Hasan Saputra. “Waktu sebelum dan sesudah lebaran, sekitar awal April, kami juga mengirimkan nasi bungkus ke Dayeuh Kolot bersama Romo Abi dan Romo Maman,” tambahnya.Nasi murah memang merupakan salah satu kegiatan di paroki Buahbatu. Nasi bungkus berisi lauk pauk yang dijual dengan harga murah ini bahkan merupakan ciri khas Paroki Buahbatu sejak dulu. Setiap Kamis pagi, para Wanita Katolik Buahbatu saling bahu-membahu mempersiapkan berbagai bahan dan memasak. Menjelang siang, terlihat warga sekitar yang mengantri di pintu samping gereja untuk membeli nasi bungkus yang dijual seharga Rp.1000,- ini.
Tak hanya di sekitar gereja, WK Buahbatu pun menerima pesanan apabila ada yang ingin berdonasi. Mereka dengan senang hati akan membuatkan nasi murah dengan tarif sukarela untuk disalurkan ke berbagai tempat, misalnya rumah sakit, panti asuhan, dll.
Sebagai ketua WK Buahbatu, Ibu Enny Setiawati mengakui bahwa ia senang karena dapat melayani, berbagi, dan melihat langsung kehidupan di luar sana- baik di panti anak-anak atau lansia. Melalui kegiatan yang bertujuan membantu sesama yang membutuhkan ini, WKRI memiliki harapan bahwa kelak WKRI lebih dikenal oleh masyarakat luas, tidak hanya di seputar altar saja.
MELAYANI BERSAMA WKRI BUAHBATU
Selain nasi murah, ada banyak kegiatan lainnya yang dilakukan oleh WK. Tak hanya pelayanan, namun juga kegiatan-kegiatan positif yang menambah keterampilan dan pengetahuan. Setiap bulan, WK akan mengadakan pertemuan yang diisi dengan kegiatan memasak kue, public speaking, seminar kesehatan, cara berbusana, merias wajah (make up), memasang sanggul, dan masih banyak lagi.
Hal ini diakui oleh Ibu Enny Setiawati, terutama saat menceritakan salah satu pengalaman baru WKRI Buahbatu di tengah situasi pandemi saat ini.
“Kadang juga membuka pandangan ibu-ibu WKRI yang kebanyakan sudah lansia. Seperti bulan kemarin mengadakan webinar, ibu-ibunya sangat antusias karena banyak yang pengalaman pertama pakai zoom,” ujarnya.
Nah, tertarik untuk ikut melayani bersama WKRI Buahbatu, menambah keterampilan dan pengetahuan? Yuk, bergabung dengan WKRI Buahbatu. Syaratnya mudah, yaitu untuk wanita yang sudah berumur 17 tahun, beragama Katolik, dan membayar iuran anggota sebesar Rp 35.000,-/ tahun.
Semoga dengan semakin banyak yang terlibat, WKRI Buahbatu pun semakin dimampukan untuk melayani lebih banyak orang yang membutuhkan.
| Penulis : E.R Sumber : Enny Setiawati Foto: Enny Setiawati / WKRI Buahbatu |
SHARE / BAGIKAN DENGAN LINK BERIKUT :
























