Meski dilaksanakan secara live streaming, kegiatan devosi Rosario ini tetap melibatkan seluruh umat secara aktif. Setiap wilayah bertugas bergiliran memimpin doa Rosario secara live streaming. Setelah itu, dilakukan serah terima secara simbolis replika patung Maria antar wilayah, di mana doa Rosario kemudian dilaksanakan di masing-masing lingkungan sesuai jadwal yang ditentukan oleh ketua wilayah. Harapannya, devosi ini mendorong setiap umat untuk menemukan kembali keindahan berdoa Rosario di rumah.
Mengingat situasi saat ini, dimana dunia sedang dalam peperangan melawan covid-19, ujud doa devosi tahun ini pun menitikberatkan pada permohonan kekuatan rohani untuk mengatasi masa pencobaan ini, anugerah pemulihan global dari pandemi virus corona, dan kesadaran akan kerelaan berkorban dan solidaritas yang nyata. Maka, tema yang diangkat dalam Devosi Rosario Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria adalah “Bersama Hati Maria Tak Bernoda, Setia Dalam Perutusan Sebagai Murid Yesus”, dengan subtema setiap bulannya* :
- Diutus dalam Pembaharuan Hidup Melayani Seperti Kristus.
- Diutus Memberitakan Kerajaan Allah dan Menyerukan Pertobatan.
- Setia dan Percaya Akan Pertolongan Tuhan.
- Mencintai Gereja dan Menghormati Hukum Negara.
- Diutus untuk Menabur Benih-Benih Cinta Kasih Allah.
- Berpihak Kepada yang Lemah Bersama Tuhan.
“Sangat berkesan dan terharu karena dengan kondisi serba terbatas seperti sekarang, Paroki tetap mengadakan Rosario Maria Fatima. Walaupun terasa ada yang kurang karena tidak pakai misa, biasanya kan lebih meriah, tapi seneng banget bisa mengikuti ibadat di dalam gereja,” ungkap Veronika Yuniarti, salah satu pendaras Rosario dari wilayah IV.
Semoga melalui Devosi Rosario Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria api spiritualitas Maria Fatima yang merupakan dasar spriritualitas paroki kita tetap terjaga dan tetap menyala.
| E.R *) Sumber: Buku pedoman Devosi Rosario HTBSPM |
SHARE / BAGIKAN DENGAN LINK BERIKUT :



