Dalam materi pertama, Evangelii Gaudium (Sukacita Injil) yang dibawakan oleh Pastor Ferry Sutrisna, Beliau mengingatkan bahwa tugas lektor sebagai pembaca Kitab Suci bukanlah sebuah tugas yang mudah. Seorang lektor harus mampu memberikan kesaksian tentang apa yang ia baca melalui kehidupan dan perilaku sehari-hari. Selain harus memancarkan pengampunan dan belas kasih, Pastor Ferry pun menantang 30 lektor yang mengikuti rekoleksi ini (29 lektor aktif dan 1 frater pembimbing) untuk membaca surat-surat Paus dan mengadakan kegiatan studi surat atau dokumen gereja. Selain mendapatkan materi dari Pastor Ferry, para lektor juga mendapat materi dari staff Eco Camp mengenai kesadaran hidup ekologis dan melakukan kegiatan-kegiatan yang membangkitkan kesadaran akan anugerah nafas, udara bersih dan kecintaan kepada alam.
Dalam sesi berikutnya bersama Frater Ignatius Bahtiar (Frater Ignas), para lektor kembali diingatkan tentang perbedaan 'Membaca' dan 'Membacakan.’ Lektor memiliki tanggung jawab supaya umat mengerti apa yang sedang dibacakan. Para lektor pun harus mampu membuat umat mendengarkan, bukan membaca lembaran ataupun sibuk sendiri. Adanya ekspresi, penekanan, dan intonasi dalam membaca menjadi hal penting yang dapat membuat bacaan menjadi lebih hidup.
Pementasan drama di hari ke-2 menjadi ajang para lektor berlatih ekspresi. Rangkaian acara Rekoleksi Lektor ini ditutup dengan Misa yang dipimpin oleh Pastor Ferry.
| E.R Narasumber: Fabiola Karin Meiliana Foto: Panitia |




