Dalam RAT, selain melaporkan kegiatan rutin koperasi di tahun 2019, juga membahas program baru koperasi di tahun 2020 ini, yaitu Tabungan Harian atau Sibuhar. Melalui Sibuhar, umat dapat menabung dan mengambil setiap hari tanpa perlu menjadi anggota koperasi. Salah satu keuntungan menarik dari Sibuhar adalah, umat secara otomatis akan menjadi calon anggota koperasi. Harapannya, dengan program Sibuhar ini, koperasi dapat menarik anggota lebih banyak, tak hanya umat paroki HTBSPM namun juga warga sekitar. Pasalnya, keanggotaan menjadi salah satu keprihatinan yang dibahas dalam RAT tahun ini.
“Koperasi kita itu sudah berjalan lama, tetapi umat paroki yang jadi anggotanya tidak lebih dari 10%. Maka, koperasi ini membutuhkan dukungan dari seluruh umat dan komponen lain yang ada di paroki. Kalau ada umat yang memiliki kemampuan lebih dan dedikasi untuk mengabdi dan melayani, syukur-syukur bisa ikut membantu juga di koperasi,” kata Agatha Christifera, salah satu pengurus koperasi ketika ditemui siang itu.
Banyak hal positif yang dapat diambil dengan menjadi anggota koperasi. Selain terlibat aktif dalam memberdayakan roda ekonomi masyarakat kecil, dari sisi sosial, anggota pun diajak membangun persaudaraan dengan saling mengenal, menolong, dan saling memberi keuntungan melalui program simpan pinjam dan pembagian dividen tahunan (Sisa Hasil Usaha / SHU). Dari sisi pendidikan, adanya pendidikan dasar membuat anggota lebih memahami kegiatan berkoperasi, menumbuhkan kedisiplinan, rasa saling menghargai, dan kesadaran untuk saling mensejahterakan sesama anggota.
Syarat menjadi anggota koperasi adalah sehat secara fisik dan jasmani, memiliki penghasilan, dan KTP. Setelah itu, memenuhi syarat awal pembukaan, yaitu membayar uang pangkal sebesar Rp 250.000. Dalam bulan berikutnya, anggota dapat menyetor untuk Simpanan Wajib Bulanan sebesar Rp 50.000,- dan Simpanan Sukarela. Setelah tiga bulan, anggota diperbolehkan untuk melakukan pinjaman.
“Saya berharap semakin banyak anak muda yang ikut berkoperasi karena waktu mereka sebagai pelaku ekonomi itu masih panjang,” jawab Agatha Christifera atau yang lebih dikenal sebagai Ci Aling ketika diminta mengungkapkan harapannya untuk Koperasi Surya Kasih Sejahtera. “Selain menabung, mereka dapat ikut menolong orang lain melalui hal-hal kecil. Misalnya, dengan menyisihkan uang jajan, mengurangi jatah main ke mall atau membeli kopi untuk disimpan di koperasi. Rp 50.000 saja sebulan tapi bisa bermanfaat untuk orang lain,” tambahnya.
Saat ini Koperasi Surya Kasih Sejahtera sedang melengkapi perizinan sehingga ke depannya nanti akan ada Tabungan Pendidikan, Tabungan Hari Raya, Deposito, dan lain-lain. Nah, tertarik menjadi anggota koperasi atau ingin tahu lebih banyak? Silahkan datang berkunjung ke Koperasi Surya Kasih di Rumah Depan Gereja HTBSPM. Jam operasional koperasi saat ini adalah hari Minggu pukul 07.30-13.00 dan hari Rabu Kamis, pukul 09.00-14.00.
| E.R Narasumber: Agatha Christifera Foto: Agatha Christifera / Rudi Kwaria |












