Dalam misa pagi, mengangkat pesan dari Injil Yohanes 9:1-41, RD Fabianus Muktiyarso dalam homilinya meneguhkan umat bahwa di hadapan Yesus, segala sesuatu, segala peristiwa, segala keterbatasan memungkinkan untuk dijadikan jalan bagi hadirnya karya keselamatan. “…Dalam minggu ke empat ini kita diajak melihat perjalanan hidup kita, seburuk apapun, tetapi cobalah dengan kacamata iman, dengan terang iman yang telah memelekkan diri kita, bagaimana Rahmat itu tetap bekerja, tetap berkarya dalam hidup kita sehingga akhirnya boleh membuat diri kita itu bersyukur karena pengenalan Allah, Dia yang hadir sebagai Terang yang menghalau kegelapan hidup kita.”
Sementara itu dalam misa pada sore harinya, RD Aloysius Wahyu ES mengajak umat untuk meneladani iman orang buta dalam situasi wabah Covid-19 ini, yaitu iman yang percaya bahwa Yesus dapat bekerja dengan berbagai macam cara. Maka, kita pun diajak pertama-tama bukan menghabiskan energi menanyakan kesalahan siapa atau dari mana wabah ini bermula, tetapi berfokus pada apa yang dapat kita lakukan dalam situasi wabah ini agar nama Allah tetap dapat dimuliakan.
Tak lama setelah misa usai, umat paroki HTBSPM dan beberapa umat paroki lain berbagi suasana dan kesan mengikuti Perayaan Ekaristi Online dengan mengirimkan gambar altar sederhana di rumah masing-masing.
Mari dalam gerak bersama ini kita tetap percaya pada kuasa Allah, tetap berjalan sehati sejiwa menjaga kesehatan dan keselamatan bersama. Sebagaimana diutarakan oleh Romo Aloy bahwa : “Seperti terang yang menjadi awal bagi utuhnya ciptaan, Yesus pun hadir sebagai Terang yang memulihkan keutuhan ciptaan. Kita juga diajak menjadi rekan kerja Allah dalam usaha memulihkan keutuhan ciptaan, khususnya dalam situasi seperti ini.”
| E.R Foto: Berbagai Sumber |
SHARE / BAGIKAN DENGAN LINK BERIKUT :

















