Pada pertengahan bulan Maret, saat badai pandemi virus Covid-19 mulai melanda, tim komuni pertama berusaha agar pembelajaran tidak terhenti dan tetap dapat terus berlangsung. Untuk itu, sejak bulan Maret hingga April anak-anak mengikuti pembelajaran dari rumah. Setiap minggunya tim komuni pertama menyampaikan materi melalui video pembelajaran yang dibuat oleh kakak animator. Bertepatan dengan bulan Maria, yaitu bulan Mei, anak-anak calon penerima komuni pertama melakukan pertemuan via daring melalui Google Meet untuk melakukan Doa Rosario yang dipimpin oleh Romo Aloysius Wahyu E.S. Meski via daring, mereka selalu mengikuti setiap kegiatan dengan antusias.
Penerimaan komuni pertama seharusnya dilaksanakan pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus yang jatuh pada hari Minggu 14 Juni, namun karena pandemi Covid-19 masih berlangsung, terutama berkaitan dengan protokol yang belum memperbolehkan anak berumur dibawah 12 tahun untuk datang ke gereja, penyelenggaraannya pun tertunda sampai batas waktu yang belum dapat dipastikan. Meski pada bulan Juni ini semua materi sudah selesai diberikan, kakak-kakak animator masih tetap mendampingi anak-anak sambil mengulang beberapa materi, salah satunya tentang doa dalam Gereja Katolik.
Syukur kepada Tuhan, akhirnya gereja memutuskan bahwa anak-anak calon penerima komuni pertama dapat menyambut komuni pertama, tentunya dengan mengikuti protokol kesehatan, yaitu wajib menggunakan masker dan menjaga jarak aman (social distancing). Tak hanya itu, dalam rangka penerapan protokol kesehatan ini, penerimaan komuni pertama dan pengakuan dosa bagi para calon penerima komuni pun dibagi dalam 3 gelombang.
Sebelum penerimaan, 83 calon penerima komuni pertama melakukan pengakuan dosa di Gereja HTBSPM, yaitu pada tanggal 6, 7 dan 8 Juli 2020. Pengakuan dosa berjalan lancar dibantu oleh 3 orang pastor.
Penerimaan komuni pertama gelombang pertama yang diikuti oleh 29 anak dilaksanakan pada hari Minggu 26 Juli dalam misa yang dipimpin oleh RD Aloysius Wahyu Endro Suseno. Gelombang kedua dilaksanakan pada hari Minggu 2 Agustus diikuti oleh 26 anak. Misa dipimpin oleh RD Fabianus Muktiyarso. Terakhir, penerimaan komuni pertama gelombang ketiga dilaksanakan pada hari Minggu 9 Agustus 2020 dengan jumlah peserta 28 anak. Misa kembali dipimpin oleh RD Aloysius Wahyu Endro Suseno.
Dalam homilinya, Romo Abi dan Romo Aloy mengajak anak-anak untuk dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik setelah menerima Tubuh dan Darah Kristus. Tubuh dan Darah Kristus yang akan diterima oleh anak-anak adalah sesuatu yang berharga, dimana untuk mendapatkannya, mereka harus berjuang seperti mengikuti pendampingan dari kakak-kakak animator walaupun harus melalui banyak hambatan yang terjadi. Maka dari itu, setelah menerima Tubuh dan Darah Kristus untuk pertama kalinya, Romo Abi dan Romo Aloy mengingatkan anak-anak agar mereka menjadi anak-anak yang dapat dibanggakan oleh orang tua. Setelah menerima komuni ini, anak-anak juga diajak untuk dapat terlibat aktif dalam pelayanan di gereja seperti menjadi misdinar, namun tentunya setelah keadaan membaik.
Semoga, walaupun dengan keadaan saat ini yang serba tidak menentu, anak-anak yang telah menerima komuni pertama di tahun 2020 dapat memperoleh pelajaran berharga, terutama dengan kondisi pendampingan yang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Harapannya, semoga anak-anak dapat menjadi pribadi yang bernilai bagi orang tua dan juga bagi gereja. Tuhan memberkati.
KLIK TAUTAN BERIKUT UNTUK MELIHAT FOTO SELENGKAPNYA :
|
| Penulis : Regina Annamaria Jeany H / E.R Foto : Taufik Winardi, Howardi Godjali, Kenny Sunjaya |
SHARE / BAGIKAN DENGAN LINK BERIKUT :






















0 comments:
Post a Comment