SOSOK IBU TEKO SEBAGAI LEGIONER
Di antara sekian banyak aktivitasnya, Ibu Teko adalah seorang legioner sejak tahun 1980, dan hingga kini di usia senjanya masih aktif sebagai Asisten Pembimbing Rohani (APR) Legio Maria Presidium HTBSPM. Berbekal semangat dan ketekunan dalam pengabdiannya, Ibu Teko tak jemu-jemu membimbing para legioner. Setiap Kamis sore sebelum pukul 16.30 beliau secara rutin menghadiri rapat, berjalan perlahan dengan tongkat yang setia menemaninya memasuki ruang Yohanes menyapa legioner yang sudah hadir, tak lupa disertai senyumnya yang khas. Sebagai APR, beliau berpesan legioner harus tekun berdoa Rosario, meneladani sifat dan semangat Bunda Maria merintis jalan ke surga. Sebagai legioner, Ibu Teko meneladani, menularkan dan menyerukan pertobatan sejati yang meliputi empat dimensi:
- Dekat dengan Tuhan
- Betah dengan diri sendiri
- Akrab dengan sesama
- Keberpihakan pada alam
Di tengah situasi serba berhati-hati dalam masa pandemi Covid 19 saat ini, dimana rapat mingguan Legio diadakan dengan menggunakan media sosial Whatsapp, Ibu Teko pun tak ketinggalan masih tetap setia memberikan alukosio melalui pesan WA dengan penuh semangat.
KUNJUNGAN LEGIONER
Hari Jumat 9 Oktober 2020, kami para legioner bersatu hati untuk menghadiri misa pagi pukul 5.45 di Gereja HTBSPM. Intensi misa pagi itu adalah ucapan syukur atas ulang tahun Ibu Teko yang ke-89.
Selesai misa, kami berkunjung ke rumah Ibu Teko untuk menyapanya. Tak ada sentuhan apalagi jabat tangan, kami menyapa dengan mengatupkan kedua tangan, dan memberi ucapan dari jarak jauh (kira-kira 3 m) secara bergilir satu per satu. Kami tahu beliau sangat rindu dengan kami legioner, demikian juga sebaliknya. Sebelum kami meninggalkan kediamannya, beliau menyanyikan lagu yang artinya ucapan terima kasih dari berbagai bahasa : thank you, hatur nuhun, danke, xie xie, arigato, gratias. Kami pun membalas dengan lagu Happy Birthday.
Terharu, sedih, dan bahagia bercampur jadi satu. Pandemi telah merubah keadaan, khususnya kebiasaan di ulang tahun ibu tahun ini.
Ibu M.A.S Teko merupakan pribadi yang patut kita teladani, sebagai mutiara yang bersinar terang. Seperti yang tertuang dalam petuah-petuahnya, beliau menganjurkan agar hidup, pengetahuan, dan keahlian kita senantiasa memberi manfaat bagi orang-orang di sekitar kita.
PERSEMBAHAN PUISI
Puisi di bawah ini dipersembahkan oleh Lucy Firdi untuk Ibu Teko menyambut ulang tahun beliau ke-89, dipublikasikan di media ini atas saran/mandat APR Legio Maria Presidium HTBSPM dengan maksud agar bermanfaat bagi orang banyak, bukan hanya bagi para legioner.
PETUAH IBU TEKO
Tenaga kekuatan untuk karya nyata dalam keluarga , menggereja dan bermasyarakat.
Tapi kala daya raga terasa lunglai...... lelah......
Otak perintah...... sudahlah....... tak usah........santai.....
Hm........
Lelah sedikit jangan dihiraukan , petuah ibu Teko.
Pusing, flu, batuk, nyeri keluhan sakit - sakit ringan,
tapi kala mendera !!!
Bagian untuk beralasan......
Otak perintah ....sudahlah ....tak usah .....rebahlah.
Hm .........
Sakit sedikit jangan dirasa, petuah ibu Teko.
Hidup berelasi tidak selalu sekata,
hidup berelasi tidak selalu suka,
hidup berelasi tidak selalu diperhatikan,
hidup berelasi tidak selalu menang.
Hidup berelasi ada kecewa, ada perdebatan, ada sedih, ada rasa terabaikan ...
Otak perintah ...sudahlah ...tak usah.... hengkang.
Hm ........
Kuasai perasaan, petuah ibu Teko.
Petuah petuah ibu bukan rangkaian kata tanpa makna dan karya.
Petuah telah dinyatakan dalam hidupnya, hingga diusia senjanya.
Ditiap lembaran hidupnya selalu ada torehan warna yang menghidupkan.
Petuah - petuah ibu Teko, inspirasi kita.
Berkarya bersama Bunda Maria ada sukacita.
SELAMAT ULANG TAHUN KE 89, IBU M.A.S TEKO
BANDUNG, 9 OKTOBER 2020
LUCY FIRDI
Tenaga kekuatan untuk karya nyata dalam keluarga , menggereja dan bermasyarakat.
Tapi kala daya raga terasa lunglai...... lelah......
Otak perintah...... sudahlah....... tak usah........santai.....
Hm........
Lelah sedikit jangan dihiraukan , petuah ibu Teko.
Pusing, flu, batuk, nyeri keluhan sakit - sakit ringan,
tapi kala mendera !!!
Bagian untuk beralasan......
Otak perintah ....sudahlah ....tak usah .....rebahlah.
Hm .........
Sakit sedikit jangan dirasa, petuah ibu Teko.
Hidup berelasi tidak selalu sekata,
hidup berelasi tidak selalu suka,
hidup berelasi tidak selalu diperhatikan,
hidup berelasi tidak selalu menang.
Hidup berelasi ada kecewa, ada perdebatan, ada sedih, ada rasa terabaikan ...
Otak perintah ...sudahlah ...tak usah.... hengkang.
Hm ........
Kuasai perasaan, petuah ibu Teko.
Petuah petuah ibu bukan rangkaian kata tanpa makna dan karya.
Petuah telah dinyatakan dalam hidupnya, hingga diusia senjanya.
Ditiap lembaran hidupnya selalu ada torehan warna yang menghidupkan.
Petuah - petuah ibu Teko, inspirasi kita.
Berkarya bersama Bunda Maria ada sukacita.
SELAMAT ULANG TAHUN KE 89, IBU M.A.S TEKO
BANDUNG, 9 OKTOBER 2020
LUCY FIRDI
| Penulis : Helena Sinawang / Lucy Firdi (Puisi) - Legio Maria HTBSPM Foto : Dok. Keluarga |
SHARE / BAGIKAN DENGAN LINK BERIKUT :



0 comments:
Post a Comment