Sunday, 2 August 2020

August 02, 2020 - Views

Info Post
'Allah itu baik, Ia memberikan harapan dan kesempatan untuk bertobat apabila mereka berdosa'
PENERIMAAN SAKRAMEN BAPTIS DAN PENEGUHAN BAPTIS KRISTEN NON KATOLIK 2020.
Allah itu baik, karena para Calon Baptis dan Calon Penerima Peneguhan Baptis Kristen dari Non Katolik yang seharusnya menerima Sakramen Baptis dan Peneguhan dan diterima dalam Gereja Katolik pada tanggal 29 Maret 2020 yang lalu ( namun tertunda karena adanya Pandemi Covid19 ) akhirnya dapat menerima Sakramen Baptis dan Peneguhan pada Hari Minggu, 19 Juli 2020 dalam suatu Perayaan Ekaristi khusus pukul 12.00 WIB di Gereja Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria, Buah Batu, Bandung.
Allah itu baik, karena setelah 4 bulan yang awalnya tanpa kepastian, mengingat Pandemi Covid19 ini belum menunjukkan akan mereda, namun mereka semua tetap menantikan saat Penerimaan Sakramen Baptis dan Peneguhan Baptis Kristen Non Katolik ini dan akhirnya penerimaan Sakramen Baptis dan Peneguhan Baptis Kristen Non Katolik ini dapat dilaksanakan.
Allah itu baik, karena saat menantikan ini, dimasa Pandemi covid19, mereka tetap sabar menunggu dan Allah tetap menumbuhkan pengharapan dalam mereka, sehingga ketika saatnya tiba, mereka semua dapat menerima Sakramen Baptis dan Peneguhan ini. Mereka mendapatkan sukacita yang besar dan mereka sangat bersyukur dan bahagia.
Allah itu baik, dari 32 orang warga baru dan yang akan diterima dalam Gereja Katolik ini, 3 orang telah lebih dahulu menerima Sakramen Baptis dan Peneguhan Baptis pada tanggal 20 April 2020 yang lalu karena mereka akan menikah. Sebanyak 4 orang lansia pun telah didahulukan untuk menerima Sakramen Baptis pada tanggal 15 Mei 2020. Maka akhirnya, pada tanggal 19 Juli 2020, sebanyak 17 orang dewasa dan 2 orang anak menerima Sakramen Baptis serta 6 orang menerima Peneguhan Baptis Kristen Non Katolik.
Allah itu baik, karena mereka semua dipanggil untuk menjadi anak-anak Allah dan ahli waris Kerajaan Surga melalui Gereja Katolik. Mereka telah mempersiapkan diri dan dipersiapkan dengan baik oleh Gereja agar pada saatnya mereka akan memperoleh keselamatan. Mereka dipanggil untuk mengalami pertobatan dari segala dosa mereka melalui Baptisan dan Peneguhan yang mereka terima. Mereka diberikan kesempatan untuk bertobat, karena Baptis dan Peneguhan yang akan mereka terima adalah tanda pengampunan atas semua dosa mereka, baik dosa asal maupun dosa pribadi, tanpa terkecuali. Dan sebelum menerima itu semua, mereka pun memiliki pengharapan bahwa mereka boleh menantikan itu dengan kerinduan yang dalam, sehingga ketika saatnya tiba, mereka menerima Sakramen Baptis dan Peneguhan Baptis Kristen Non Katolik dan suka cita mereka semakin sempurna.
Semua kebaikan Tuhan itu ternyata sesuai dengan kutipan dalam bacaan Pertama Misa hari Minggu, yang menyatakan bahwa “Dengan berlaku demikian Engkau mengajar umatMu, bahwa orang benar harus sayang akan manusia. Anak-anakMu Kauberi harapan yang baik ini : Kauberikan kesempatan untuk bertobat apabila mereka berdosa.” (Keb 12:19).
Walaupun mereka harus menantikan saat penerimaan Baptis dan Peneguhan ini dalam suatu ketidak pastian, tetapi pada saat pertama kali diberitahukan oleh Pastor Paroki bahwa Penerimaan Sakramen Baptis dan Peneguhan Baptis Kristen Non Katolik ini dapat dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2020 yang lalu, maka disanalah kita tahu bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi DIA yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Para calon Baptis dan Calon Warga Gereja Katolik ini, telah dipanggil sejak semula untuk menjadi anak-anak Allah dan mereka telah menyatakan kasihnya kepada Tuhan. Mereka mempersiapkan diri untuk menjadi anak-anak Allah yang serupa dengan gambaran Anak-Nya. Untuk itu semua, Allah turut bekerja untuk kebaikan yang akan mereka terima itu. Walaupun mereka harus menunggu saat yang tepat, tapi akhirnya mereka yang terpanggil itu dibenarkan dan dimuliakan sendiri oleh Allah menjadi Ahli Waris Kerajaan Allah melalui Baptisan dan Peneguhan yang mereka terima, seperti dinyatakan dalam bacaan kedua misa minggu itu;
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilihNya dari semula, mereka juga ditentukanNya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya, supaya Ia, AnakNya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukanNya dari semula, mereka itu juga dipanggilNya. Dan mereka yang dipanggilNya, mereka itu juga dibenarkanNya. Dan mereka yang dibenarkanNya, mereka itu juga dimuliakanNya.” (Rom 8:28-30)
Mereka sekarang telah menerima Sakramen Baptis dan Peneguhan Baptis Kristen yang sudah mereka terima sebelumnya dan sudah dianggap sah oleh Gereja Katolik. Kini mereka telah menjadi manusia baru, dimana mereka akan hidup dalam Roh Kudus yang sudah mereka terima. Mereka sudah menerima sakramen pertama sebagai pintu masuk bagi sakramen keselamatan yang lain. Mereka telah digabungkan dengan kaum beriman dalam Tubuh Kristus yaitu Gereja Katolik yang Kudus. Namun semua itu tidak cukup bagi mereka untuk mendapatkan keselamatan itu. Mereka tetap harus berjuang untuk itu, karena di dalam dunia, mereka akan tetap hidup bersama dengan kejahatan yang ada di sekitar mereka. Tuhan telah menaburkan benih kebaikan itu dalam diri mereka, namun ada orang jahat di dalam dunia ini yang juga menaburkan lalang di antara mereka. Tuhan tidak mengijinkan para hambanya untuk mencabut lalang itu di antara mereka, karena mungkin mereka yang sudah menerima benih kebaikan itu juga dapat tercabut. Tuhan membiarkan mereka tumbuh bersama. Sampai pada akhir musim menuai nanti, maka hamba Tuhan akan mencabut lalang itu diantara mereka dan membakarnya, lalu mengumpulkan benih gandum yang adalah orang-orang yang telah dipanggil dan dibenarkan oleh Allah itu. Maka, mereka yang sudah berjuang dan mampu mempertahankan kebaikan dalam diri mereka, mereka itulah yang akan dimasukkan kedalam Lumbung-Nya yaitu Kerajaan Surga.
Inilah pesan yang disampaikan untuk mereka yang baru saja menerima Sakramen Baptis dan mereka yang telah diteguhkan Baptisnya dan mereka yang telah diterima sebagai warga baru dalam Gereja Katolik, yang dinyatakan dalam bacaan Injil pada misa minggu itu. Yesus memberikan perumpamaan mengenai Hal Kerajaan Surga ibarat seseorang yang menabur benih gandum yang baik tetapi orang jahat (iblis) menaburkan ilalang diantara benih gandum itu.
“Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku." (Mat 13:27-30)
Proficiat untuk mereka yang telah menerima Sakramen Baptis dan mereka yang menerima Peneguhan Baptis Kristen Non Katolik! Teruslah berjuang untuk senantiasa mengasihi Tuhan. Sekarang anda sudah memasuki arena pertandingan dan kini menangkanlah mahkota piala keselamatan itu. Tuhan Yesus akan memberkati dan Bunda Maria akan melindungi anda semua.
Penulis : Ignatius Tjipto Surya Widjaja (Koordinator Sie Katekumen Paroki HTBSPM)
Foto: Taufik Winardi & Kenny Sunjaya
Lihat foto selengkapnya di :

GALERI FOTO 1
Foto: Taufik Winardi

GALERI FOTO 2
Foto: Kenny Sunjaya

SHARE / BAGIKAN DENGAN LINK BERIKUT :

Share:

1 comments:

  1. Puji Tuhan segalanya dapat berjalan dengan lancar, yang ditunggu-tunggu akhirnya telah tiba. Terima kasih banyak untuk semua pihak yang telah meluangkan waktu serta tenaga sehingga memungkinkan kami semua dapat dengan lancar masuk kedalam Gereja Katholik.
    Ini merupakan suatu awal baru yang secara pribadi telah begitu saya nantikan namun juga menjadi suatu pengingat bahwa jalan masih panjang & ada salib yang harus dipikul sekarang.

    ReplyDelete

CARI DI SEMUA KONTEN