Sunday, 6 October 2019

October 06, 2019 - Views

Info Post
Pastor Thomas Kristiatmo, Pr. atau yang akrab disebut Romo Atmo atau Om Cimot telah melayani umat Paroki HTBSPM sebagai Vikaris Pastor Paroki selama 2 tahun terakhir ini. Kedatangannya dari Roma dua tahun lalu sangat mengejutkan bagi seluruh umat paroki karena Romo Atmo mempunyai kharismanya sendiri.

Kehadiran Romo Atmo membawa banyak inovasi baru, antara lain dengan diadakannya Misa Dalam Bahasa Inggris setiap minggu kedua pukul 19.00. Walaupun umat yang  menghadiri Misa Inggris terbilang sedikit namun Romo Atmo tetap bersemangat dalam memimpin misa tersebut dan memberikan khotbah yang menarik bagi umatnya.

Ada hal lain yang menarik di bulan pertama pelayanannya di paroki ini. Beliau mengejutkan para umat yang biasa mengikuti misa pagi karena kehadirannya dalam misa tidak sebagai pastor yang mempersembahkan kurban misa, melainkan mengiringi lagu-lagu pada misa tersebut dengan dentingan pianonya.

Tak terasa dua tahun sudah berlalu, pelayanan Romo Atmo mengajarkan banyak hal bagi berbagai kelompok kategorial dan kring yang beliau kunjungi. Kini beliau harus kembali melanjutkan studinya di Roma, Italia. Kepergiannya meninggalkan kesedihan sekaligus rasa bangga karena beliau pernah menjadi bagian dari paroki ini.

Sebelum keberangkatannya ke Roma, ketiga pastor paroki mempersembahkan misa pelepasan Romo Atmo pada hari Minggu sore, 1 September 2019 lalu. Misa dihadiri oleh banyak umat yang ingin turut serta melepas kepergian Romo Atmo ke Roma, selain dihadiri pula oleh keluarga besar Romo Atmo yang menjadikan suasana misa menjadi lebih mengharukan.  Dalam khotbahnya Romo Atmo mengungkapkan bahwa sebelum misa dimulai, ketiga romo ini beradu argumen menentukan siapa menjadi selebran utama. Akhirnya keputusan siapa yang menjadi selebran utama jatuh kepada Romo Aloy karena ditentukan berdasarkan tinggi badan. Di akhir misa sebelum misa ditutup dengan berkat penutup oleh ketiga romo tersebut, Romo Abi memberikan sepatah dua patah kata untuk Romo Atmo dan untuk keluarganya, sambil mengajak umat untuk bersama-sama mengiringi kepergian Romo Atmo ke Roma.



Selesai misa, seluruh umat dan keluarga Romo Atmo, juga Romo Abi dan Romo Aloy diajak untuk bergabung di aula untuk mengikuti acara ramah tamah yang telah disiapkan oleh panitia. Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Ketua DPP yaitu Bpk. Yulius. Sebagai pengganti sang ibunda yang tidak bisa hadir, Ibu Teko memberikan kesan dan pesan untuk Romo Atmo dengan menggunakan 2 bahasa (Jawa dan Indonesia) yang sempat membuat Romo Atmo menitikkan air matanya. Seminari Cadas Hikmat tidak ketinggalan turut memberikan persembahan lagu-lagu, karena mereka juga adalah murid-murid Romo Atmo.

Acara dilanjutkan dengan doa makan yang dipimpin oleh Bpk. Ansel sebagai perwakilan Asisten Imam, dan seluruh umat pun dipersilahkan untuk menyantap hidangan malam yang telah disiapkan sambil diiringi dengan nyanyian-nyanyian yang dipersembahkan oleh OMK Bubat.



Keseruan dalam acara ramah tamah ini memuncak saat Romo Atmo dan kakaknya tampil ke depan untuk menunjukkan aksi mereka memainkan gitar masing-masing dengan membawakan lagu-lagu andalan mereka sejak muda, memukau semua yang hadir dengan kelihaian dan indahnya suara dari petikan jemari mereka. Tak puas hanya mendengarkan 2 lagu, umat meminta mereka untuk memainkan lagu lain, dan tanpa persiapan mereka tetap bisa memberikan penampilan luar biasa yang mengesankan bagi para umat yang menyaksikannya.

Selanjutnya ditampilkan video perpisahan untuk Romo Atmo yang telah dipersiapkan oleh panitia, berisikan kesan dan pesan dari seluruh kelompok kategorial dan kring yang telah disatukan oleh Mas Dhika. Dalam video tersebut ada pesan menarik dari Tim DPP yang membuat gelak tawa para umat dan Romo Atmo sendiri, yaitu : "Terimakasih telah melayani selama 2 Tahun di Paroki ini, selamat menempuh studi di Roma, 2 TAHUN PULANG!"



Menutup acara ramah tamah ini, OMK Bubat telah menyiapkan sebuah lagu persembahan untuk Romo Atmo dan sebuah buket bunga yang dibawakan oleh Ivan dan Valerie, sebagai orang yang paling dekat dengan Romo Atmo. Lagu perpisahan yang dinyanyikan oleh OMK bersama-sama dengan umat ini membuat suasana begitu mengharukan, baik bagi OMK Bubat sendiri maupun para umat yang sedih atas perginya Romo Atmo tercinta ke Roma.

Sambil mengiringi penutupan acara ini, Band OMK Bubat bersama Romo Aloy mempersembahkan beberapa lagu sampai seluruh umat pulang, begitu juga Romo Abi dan Romo Atmo beserta keluarganya kembali ke pastoran untuk beristirahat.

Boun Viaggio, E boun studio, don Atmo, Arrivederci.

Semoga perjalananmu menyenangkan, dan belajar dengan baik, Romo Atmo. Selamat Jalan.

  Penulis: Caca | Foto: Howardi Godjali


Share:

CARI DI SEMUA KONTEN