Wednesday, 4 September 2019

September 04, 2019 - Views

Info Post
Koor berasal dari bahasa Belanda yang akrab disebut dengan Kor atau Paduan Suara merupakan grup musik yang terdiri atas beberapa penyanyi dan atau musik yang dibawakan oleh grup tersebut. OMK Bubat mempunyai kelompok koornya sendiri yang sudah rutin berkegiatan dan turut berpartisipasi aktif dalam pelayanan meng-Gereja selama satu tahun kebelakang ini.


Menjadi Juara 1 dalam Lomba Koor Pra-event BDYD pada tanggal 9 Agustus 2015 juga mengisi dalam Lomba Hymne Paroki pada tahun 2018, dan didukung rasa ingin lebih melayani dan terlibat aktif dalam pelayanan meng-Gereja, OMK Bubat menyalakan kembali api yang telah padam. Bagaimana bisa?

Berawal dari 2 – 5 orang anak muda yang berkumpul di Ruang Lukas, dengan formasi 3 orang bersuarakan sopran, seorang dengan suara alto, dan satu orang lainnya memegang suara tenor atau bass, kami berlatih dengan suara ‘seadanya’. Sadar akan keadaan kami yang kekurangan personil, mulailah kami mengajak satu persatu OMK lain secara acak.

“Ah saya mah gabisa nyanyi”, satu kalimat jitu yang sering dilontarkan ketika kami mengajak OMK lain untuk bergabung. Bernyanyi dalam paduan suara bukanlah masalah bisa atau tidak bisa, namun mau atau tidak mau, karena sejujurnya suara kami pun tidak merdu – merdu amat akan tetapi itulah alasan mengapa kami selalu meluangkan waktu untuk berlatih bersama.

Tak disangka?! Berkat kegiatan Ziarek OMK kini ‘para penyanyi-Nya Tuhan’ begitulah kami menyebutnya, sudah bertambah 4x lipat banyaknya. Jumlah yang cukup untuk membawakan lagu dengan formasi SATB.

Seperti aliran air sungai yang mengalir dari hulu ke hilir, dimulai dari hulu kami berlatih secara rutin paling tidak sebulan sebelum jadwal kami bertugas, menentukan kecocokan hari kami dengan para pelatih agar dapat berlatih bersama, hingga akhirnya kami sampai di hilir dari setiap latihan yaitu pada saat perayaan ekaristi itu sendiri.


Misa Peringatan Hari Jadi Indonesia yang ke-74 menjadi momen yang tak terlupakan. Banyaknya lagu yang kami siapkan disertakan dengan lagu – lagu kemerdekaan yang meriah membuat kami makin semangat dan giat dalam berlatih. Seminggu dua kali dalam dua bulan terakhir kami mengadakan latihan secara rutin.


Baju warna seragam yang dilengkapi dengan scraf berwarna merah menemani suara – suara indah kami dalam perayaan tersebut. Tak kalah spesial, kali ini kami dikondak oleh kedua kondaktor kebanggaan sekaligus pelatih Koor OMK Bubat yaitu Kak Renata dan Bang Nofry yang terjun langsung dan dengan penuh semangat memimpin kami pada perayaan tersebut.


Perlahan tapi pasti api tersebut kini mulai menyala kembali. Dalam semester ini saja Koor OMK sudah mengiringi lebih dari 3 kali perayaan ekaristi dan akan terus melayani dengan lebih lagi.

Kapan tugas lagi nih? Setidaknya selama semester 2 ini, OMK dipercaya untuk melayani di Paroki tercinta 2x lagi!! Mau tahu kapan? Yakin mau tahu? Yuk buruan bergabung bersama kami di Tim Paduan Suara OMK Bubat, setiap hari Rabu dan Jumat mulai pukul 18.00 s.d. 20.30 di Ruang Lukas.

Makin semangat? Tentu saja! Yakin masih gamau gabung OMK Bubat?

So, jangan lupa follow instagram OMK Bubat @omkbubat untuk info kegiatan – kegiatan kami selanjutnya.

Ditunggu ya di OMK Bubat.
  Penulis: Caca / OMK BUBAT

Share:

CARI DI SEMUA KONTEN