Stasi Maria Putri Murni Sejati, Kuningan – Paroki Kristus Raja, Cigugur – Goa Maria Sawer Rahmat – Curug Putri, Palutungan – Keraton Kasepuhan, Cirebon – Taman Budaya Paroki Bunda Maria, Cirebon.
OMK Buah Batu mengawali kegiatan dengan berkumpul di aula paroki dan melakukan kegiatan kebersamaan serta doa rosario sebelum melaksanakan keberangkatan ke destinasi awal yaitu Stasi Maria Putri Murni Sejati, Kuningan. Perjalanan dari Bandung menuju Kuningan ditempuh selama kurang lebih 5 jam, sesampainya di Stasi kita mengawali kegiatan dengan mendoakan Doa Angelus yang di pimpin oleh Rm. Diakon Aloysius dan dilanjutkan dengan pembagian snack pagi dan pembagian kamar. Peserta diberi waktu sekitar 15 menit untuk menyiapkan diri untuk melanjutkan kegiatan yatu ziarah ke Goa Maria Sawer Rahmat dengan diawali Jalan Salib yang terbagi dalam dua kelompok. Jalan Salib yang kami laksanakan berbeda dengan Jalan Salib pada umumnya yang biasa dilaksanakan di gereja, mengapa? Di gereja, kita hanya berdiri diam dan mengikuti arah Jalan Salib, sedangkan jalanan yang menanjak yang kami lalui mengingatkan kami pada perjalanan Yesus memanggul salib-Nya menuju Bukit Golgota. Namun sebelum menuju ke perhentian pertama, kami ditantang untuk menyatu pada alam dengan melewati jalan setapak sejauh 1.5 km dengan disuguhkan pemandangan indah Gunung Ciremai. Jalan Salib kali ini memakan waktu sekitar 90 menit lamanya, lelah menjadi kata yang menggambarkan perasaan kami selama melakukan Jalan Salib, namun kelelahan yang kami rasakan terbayarkan dengan pemandangan indah Goa Maria Sawer Rahmat, di sana kami dapat membasuh kelelahan kami dengan air jernih untuk turut melepaskan kelelahan kami serta menghantar kami untuk fokus berdoa kepada Bunda Maria.
Berikut cuplikan selama kami Jalan Salib dan berdoa di hadapan Bunda Maria :
Setelah berziarah kami melanjutkan aktivitas dengan mengunjungi tempat Wisata Curug Putri Palutungan. Keseruan kami dilengkapi dengan indahnya pemandangan curug tersebut, di sana kami bermain air atau sekedar menikmati keindahan sambil melepaskan penat, ada pula yang mengekspresikan keseruannya dengan menyebutkan diri sebagai “WANADRI” untuk mengakhiri kegiatan di curug kami mengabadikan momen keseruan tersebut dengan berfoto bersama. Selanjutnya kami bercanda ria sembari menghangatkan diri karena suhu udara yang sangat dingin.
Berikut keseruan kami di Curug Putri :
Sepulang dari curug kami disambut hangat oleh OMK Paroki Kristus Raja Cigugur dengan makan malam bersama dan dilanjutkan dengan sesi sharing rohani dari Rm. Diakon Aloy yang sangat membantu kaum muda jaman now untuk mau lebih mendekatkan diri pada Tuhan dan menjauhi si iblis. Dalam sharing tersebut, Rm. Diakon Aloy mengingatkan kita bahwa kita adalah pribadi yang baik dan murni, namun karena godaan iblis maka kita akan menjadi serupa dengan iblis, akan tetapi karena dahsyatnya kuasa Tuhan kita dimurnikan, asalkan kita mau kembali ke jalan kebenaran-Nya. Sebagai pelengkap dari sesi sharing tersebut, Rm. Diakon Aloy menyinggung tema kegiatan ini dengan mengatakan bahwa untuk menyimbangkan kehidupan pribadi kita, kita tidak hanya mendekat pada Allah sebagai pencipta, tetapi juga menghargai sesama kita manusia dan mencintai alam.
Berikut keseruan kami di sesi sharing :
Di hari berikutnya kami bersama – sama melaksanakan misa mingguan yang dipimpin oleh Rm. Andreas Dedi, OSC atau yang akrab dikenal “MoDed”. Misa tersebut diiringi nyanyian – nyanyian yang indah yang dipersembahkan oleh Koor dari WKRI Ranting Kuningan yang ternyata sedang memeringati HUT WKRI.
Berikut cuplikan kebersamaan OMK pada saat misa :
Selanjutnya kami bersiap – siap melanjutkan perjalanan kami ke kota bersejarah, Kota Cirebon. Destinasi kami yang pertama di kota tersebut adalah Keraton Kesepuhan Cirebon. Di sana kami mengelilingi tempat bersejarah tersebut dengan ditemani oleh dua orang tour guide yang memperkenalkan diri sebagai Bapak Satu dan Bapak Dwi. Kami disuguhkan dengan cerita – cerita bersejarah mengenai tempat tersebut, keseruan kami ditambah dengan adanya taman burung yang masih terletak komplek keraton tersebut. Dengan bermodalkan lima ribu rupiah untuk membeli pangan burung (jagung), kami dapat bermain bersama burung – burung, atau sekedar untuk berswafoto dengan ditemani burung – burung merpati yang cantik. Tak lupa juga kami mengabadikan momen keseruan kami bersama dengan burung merpati.
Foto-foto di keraton kasepuhan dan burung merpati :
Selanjutnya kami mengakhiri kegiatan ziarah rekreasi kami dengan mengunjungi Taman Budaya Paroki Bunda Maria Cirebon dan bercengkrama bersama OMK Paroki Bunda Maria. Sebelum memulai ramah tamah, kami dihidangkan dengan nikmatnya bakmoy yang disediakan oleh ibu – ibu Wanita Katolik Paroki Bunda Maria. Setelah itu kami bersama OMK Paroki Cirebon bercanda ria di salah satu gazebo yang masih berada di area Taman Budaya. Untuk menutup kegiatan ziarek ini, kami mengabadikan momen kebersamaan bersama OMK Paroki Bunda Maria dengan berfoto bersama.
Foto-foto di Paroki Bunda Maria Cirebon:
Setelah itu perjalanan menuju Bandung kami tempuh selama 6 jam, dan sesampainya di Paroki HTBSPM kami berpisah dan kembali menuju rumah masing – masing.
Itulah kebersamaan kami selama kegiatan Ziarek Kaum Muda Buah Batu. Gimana? Yakin gamau gabung OMK Bubat?
So, jangan lupa follow instagram OMK Bubat @omkbubat untuk info kegiatan – kegiatan kami selanjutnya.
Ditunggu ya di OMK Bubat.
- OMK BUBAT -
| Penulis: Caca / OMK Bubat |












0 comments:
Post a Comment